ini info dari orang yg ngirim d wall ku.hehehe
Selamat siang bro.. sekedar share, bahwa sekarng bisa facebookan gratis, baik di hp maupun leptop, caranya cukup mudah, anda hanya akses menggunakan [www. gratis. fch. ir] (hilangkan spasi) pancing dengan kuotamu, selanjutnya buktikan sendiri. selamat bergratis ria..
Popular Posts
-
Adanya magnetic fields(dasar magnetik) (H) yang ditunjukkan dengan anak panah berawal dari gaya magnetik berupa perpindahan muatan ele...
-
Pihak pertama (penyedia jasa penitipan dagangan) Nama : Wahyuni, S.H. NIP : 196901151992032001 No.Hp ...
Thursday, October 30, 2014
Sunday, October 26, 2014
Kabinet Jokowi-Jk
Berikut
susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK:
1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
2. Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Sudirman Said
8. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto
9. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Yuddy Chrisnandi
15. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
17. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UKM: Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
21. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan
26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin
28. Menteri Kesehatan: Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Jafar
1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
2. Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Sudirman Said
8. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto
9. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Yuddy Chrisnandi
15. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
17. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UKM: Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
21. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan
26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin
28. Menteri Kesehatan: Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Jafar
Tuesday, October 21, 2014
Sifat Termal Material
Perbedaan suhu
antara suatu material dengan lingkungannya mengakibatkan perpindahan kalor.
Kadar kalor yang melalui setiap unsur material bergantung pada sifat termal
material tersebut. Beberapa sifat termal material adalah:
1.
Kalor spesifik dan kapasitas termal.
Kalor jenis (c) adalah banyaknya kalor(Q)
yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu (T) satu satuan
massa (m) benda sebesar satu derajat.
2.
Konduktivitas adalah ukuran dari kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan panas. Jika suatu beda potensial panas
ditempatkan pada ujung-ujung sebuah konduktor, muatan-muatan bergeraknya akan berpindah, menghasilkan arus panas.
Emisivitas. Emisivitas adalah rasio energi yang diradiasikan oleh material tertentu
dengan energi yang dirasikan oleh benda hitam (black body) pada temperatur yang sama. Ini adalah
ukuran dari kemampuan suatu benda untuk meradiasikan energi yang diserapnya.
Benda hitam sempurna memiliki emisivitas sama dengan 1 (ε=1) sementara objek
sesungguhnya memiliki emisivitas kurang dari satu. Emisivitas adalah satuan yang tidak berdimensi
Sifat Mekanik Material
Sifat mekanik
dapat diartikan sebagai respon atau perilaku material terhadap pembebanan yang
diberikan, dapat berupa gaya, torsi atau gabungan keduanya. Dalam prakteknya
pembebanan pada material terbagi dua yaitu beban statik dan beban dinamik.
Perbedaan antara keduanya hanya pada fungsi waktu dimana beban statik tidak
dipengaruhi oleh fungsi waktu sedangkan beban dinamik dipengaruhi oleh fungsi
waktu. Beberapa sifat mekanik material adalah:
1.
Kekuatan
(strength): kemampuan suatu bahan untuk
menerima tegangan tanpa menyebabkan bahan menjadi patah. Kekuatan ini ada
beberapa macam tergantung pada jenis beban yang bekerja, yaitu kekuatan tarik,
kekuatan geser, kekuatan tekan, kekuatan punter/torsi dan kekuatan lengkung
2.
Kekerasan
(hardness): kemampuan suatu bahan untuk tahan
terhadap penggoresan, pengikisan (abrasi), indentasi atau penetrasi. Sifat ini
berkaitan dengan sifat tahan aus (wear resistance). Kekerasan juga mempunyai
korelasi dengan kekuatan
3.
Kekenyalan
(elasticity): kemampuan bahan untuk menerima
tegangan tanpa menyebabkan terjadinya perubahan bentuk yang permanen setelah
tegangan dihilangkan
4.
Kekakuan
(stiffness): kemampuan bahan untuk menerima
tegangan/beban tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk (deformasi) atau
defleksi.
5.
Plasticitas (plasticity), kemampuan
bahan untuk mengalami sejumlah deformasi plastic (permanent) tanpa
mengakibatkan terjadinya kerusakan,sifat ini sangat diperlukan bagi bahan yang
akan diproses dengan berbagai proses pembentukan seperti forging, rolling, extruding
dan lainnya. Sifat plastisitas sering juga disebut dengan keuletan (ductility).
Bahan yang mampu mengalami deformasi cukup banyak dikatakan sebagai bahan yang
memiliki keuletan yang tinggi, bahan yang ulet (ductile), sedangkan bahan yang
tidak menunjukkan deformasi plastis dikatakan sebagai bahan yang memiliki
keuletan rendah atau getas (brittle).
6.
Ketangguhan (toughness), menyatakan
kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya
kerusakan.
7.
Kelelahan (fatique), merupakan kecenderungan dari suatu
logam untuk patah bila menerima tegangan berulang-ulang (cyclic stress) yang
besarnya jauh dibawah batas kekuatan elastiknya (yield strength).
8.
Melar (creep), merupakan kecenderungan suatu
logam untuk mengalami deformasi plastik yang besarnya merupakan fungsi
waktu, pada saat bahan tadi menerima beban yang besarnya relative tetap.
Sifat Kimia Material
Oksidan dan
reduktan Banyak reaksi melibatkan transfer elektron dari satu spesies yang lain
. Zat-zat seperti sodium , seng , dan asam oksalat yang menyerah elektron
pereduksi , atau pereduksi . Mereka teroksidasi dalam reaksi . Senyawa penerima
elektron seperti ion besi ( Fe3+ ) , permanganat ( MnO4-
) , oksigen , dan hidrogen peroksida ( H2O2 ) merupakan
oksidan , mereka tidak selalu mengandung oksigen . Oksidasi dan reduksi terjadi
bersama-sama , dan mereka disebut sebagai reaksi redoks . Kekuatan senyawa
untuk menerima satu atau lebih elektron ditunjukkan oleh gaya gerak listrik nya
( emf ) atau potensi pengurangan . Nilai-nilai emf pada kondisi standar untuk
senyawa umum atau ion yang tercantum dalam buku pedoman. Daftar ini menunjukkan
kekuatan redoks relatif zat , tetapi kekuatan mereka bervariasi dengan kondisi
seperti konsentrasi, keasaman, dan suhu .
Reaksi
redoks terjadi pada korosi dan pembakaran. Misalnya, oksidasi besi dalam
kondisi basah menghasilkan karat longgar dalam reaksi,
Reaksi pertukaran
Dalam reaksi
pertukaran, dua senyawa pertukaran ion atau kelompok atom. Biasanya, reaksi ini
melibatkan lebih dari satu tahap dan mereka disebut reaksi heterogen.
Reaksi-reaksi ini berhenti hanya ketika salah satu reaktan habis, dan mereka
sangat ideal untuk proses manufaktur. Endapan padat atau terbentuk ketika dua
ion memiliki afinitas yang besar untuk satu sama lain dituangkan bersama-sama
dari solusi mereka. Misalnya, ion Ca2+ membentuk CaCO3
padat ketika mereka bertemu ion karbonat, CO32- ,
Karena kelarutan terbatas, padat
diendapkan. Demikian pula, reaksi gas - menghasilkan dari reaktan none - gas
cenderung menguras salah satu reaktan.
Reaksi dekomposisi
Zat
disintesis pada kondisi ketat seperti suhu rendah dan tekanan tinggi mungkin
tidak stabil dan mengalami reaksi sendiri untuk menjadi lain satu atau lebih
zat , pada kondisi biasa. Namun, ada dua faktor yang mengatur stabilitas zat:
kinetika dan termodinamika. Yang pertama mengacu pada kecepatan reaksi
sedangkan yang kedua kandungan energi dari sistem. Jika kecepatan lambat,
senyawa dapat tetap tidak berubah selama periode tertentu.
Komposisi
Kehadiran
berbagai komponen elemental dan kimia dalam campuran ini disebut komposisi.
Untuk senyawa murni , komposisi berarti persentase elemen yang ada. Dengan
demikian, komposisi istilah harus digunakan dengan spesifikasi. Sifat fisik dan
kimia campuran tergantung pada komposisi. Sebagai contoh, air dan Dibutylamine
mendidih pada 373 dan 433 K masing-masing, tetapi 50 - 50 % campuran mendidih
pada 370 K , lebih rendah dari salah satu. Sifat larutan padat logam ( paduan )
yang drastis berbeda dari komponen mereka . Seringkali, komposisi dinyatakan
dalam satuan konsentrasi: persentase ( berat atau mol ), molaritas, dll.
Struktur molekul
Sebagai
suatu disiplin, kimia mempelajari molekul, menghubungkan sifat struktur mereka,
dan perubahan mereka. Dalam studi struktur molekul, tujuan utamanya adalah
untuk mempelajari ikatan mereka 3 - dimensi atom dan pengaturan, dari mana
jarak ikatan dan sudut ikatan dihitung. Dalam kasus informasi tiga dimensi
tidak mungkin, interconnectiivity dan jenis ikatan antara atom-atom yang
dicari. Seringkali formula struktur yang mewakili ikatan diberikan untuk
mencerminkan struktur molekul. Misalnya, SO42-
menunjukkan bahwa ion sulfat memiliki empat atom oksigen terikat setara
belerang pusat. Dengan demikian, keakraban dengan notasi struktural penting.
Sifat Magnet Material
Adanya magnetic
fields(dasar magnetik) (H) yang ditunjukkan dengan anak panah berawal dari gaya magnetik berupa
perpindahan muatan elektrikal. Gaya magnetik merupakan bentuk dasarnya,
dimana gaya digambarkan seperti garis
yang menunjukkan posisi sekelilingnya berasal dari dasar (fields). Distribusi
magnetic fields (adanya garis) dari gaya ditunjukkan oleh arus putaran dan
juga garis terputus ke atas magnetik.
Masing-masing elektron dalam atom yang
memiliki momen magnetik berasal dari dua sumber. Salah satunya berhubungan
dengan gerakan orbital disekitar nukleus; sehingga menjadi perpindahan muatan
pada sebuah elektron mungkin karena pertimbangan arus putaran yang kecil,
timbul magnetic fields yang kecil dan momen maknetik yang tetap berotasi
seperti gambar (a). Gambar dibawah menunjukkan hubungan momem magnetik a.
sebuah orbital elektron dan b. putaran elektron.
Masing-masing elektron juga melakukan hal yang sama seperti
berputar disekeliling sumbu; mula-mula momen magnetik yang lain berasal dari
spin elektron yang awalnya spin tetap pada sumbu yang ditunjukkan gab. 18.4b.
Spin momen magnetik mungkin hanya sebuah arah ke atas atau sebuah arah
antiparalel ke bawah. Demikianlah masing-masing elektron berkemungkinan menjadi
magnetik kecil yang memiliki orbital permanen dan spin momen magnetik.
Pada masing-masing atom berupa momen orbital berkaitan
dengan beberapa elektron tidak berpasangan satu sama lain; yang dipegang momen
spin. Contoh: momen spin dalam sebuah elektron dengan spin ke atas yang
berpisah dari spin bawah. Kelompok momen magnetik adalah sebuah atom yang
memiliki jumlah dari moment magnetik pada masing-masing unsur pokok elektron (constituent electron), termasuk kedua pasangan dan sumbangan spin, dan pengambilan moment sehingga terpisah. Untuk
atom yang memiliki kelengkapan isi elektron yang terlepas atau sub terlepas (filled electron shells or subshells),
dari semua keseimbangan elektron, yang merupakan total pemisahan pasangan
orbital adan moment spin, sehingga menyebabkan komposisi material yaitu atom tidak
akan mampu menjadi magnetik permanen. Contoh: inert gas (He, Ne, Ar, dll.) yang
memiliki persamaan dengan dengan beberapa material ionik.
Paramagnetik dan Diamagnetik Material
Diamagnetik
merupakan bentuk magnetik yang sangat lemah dan tidak permanen dan hanya
berlangsung dalam eksternal fields
(dalam magnetic fields). induksi oleh
muatan gerakan orbital berupa elektron yang seharusnya dalam sebuah aplikasi magnetic fields. Besarnya induksi pada
momen magnetik sangat kecil dan sebuah
arah berlawanan dari aplikasi fields.
Gab. 18.5 menunjukkan konfigurasi atom dipol magnetik untuk material
diamagnetic dengan dan tanpa sebuah eksternal dasar (external fields). Pada
gambar, anak panah mewakili atom moment dipol, berasal dari donasi hanya dari
moment elektron. Untuk beberapa material padatan, masing-masing atom memiliki
sifat baik dari moment dipol permanen tidak memiliki pemisahan yang lengkap
dari spin elektron (yang memiliki dia spin elektron) dan/ moment orbital magnetik.
Paramagnetik
menghasilkan garis lurus ( spin ke
atas), oleh rotasi dengan eksternal dasar (external
fields) seperti pada gambar 18.5b. Dipol magnetik bertindak sendiri dengan
tidak saling berinteraksi di antara dipol-dipol yang berdekatan. Penyebab
terjadi moment lurus (spin ke atas) karena adanya eksternal dasar (external fields), yang berpengaruh mempertinggi hubungan permeability µr
lebih besar daripada kesatuan dan mengecilkan hubungan tetapi terdapat
kelemahan pada magnetik positif. Baik diamagnetik
maupun paramagnetik materials terjadi
keseimbangan untuk terbentuk non-magnetik karena keduanya memegang magnetisasi
hanya jika ketika ada sebuah external fields dan ada flux density (B) dalam
keadaan sama yang terjadi di sebuah vakum.
Ferromagnetism material
Logam material
dipengaruhi sebuah momen magnetik permanen dengan adanya external fields
menunjukkan muatan keluasan dan
magnetisasi permanen yang merupakan salah satu karakteristik ferromagnetik.
Selain itu, logam juga mengalami transisi contoh: besi, kobal, nikel dan
rata-rata kandungan logam di bumi seperti gadolinium (Gd).
Permanen moment
magnetik pada ferromagnetic material dihasilkan dari dua moment magnetik atom
pada elektron spin- elektron spin yang tidak terpisah karena akibat struktur
elektron. Kemudian sebuah moment orbital magnetik juga menyumbangkan sedikit
perbandingan untuk moment spin. Selanjutnya sebuah ferromagnetic material,
terjadi interaksi pasangan karena kumpulan spin moment magnetik disebabkan atom
yang berdekatan menjadi lurus (spin ke atas) dengan yang lain, ketika ada
sebuah external fields.
Sifat Optik Material
Sifat optik adalah sifat material yang diklasifikasikan
berdasarkan responnya terhadap cahaya. Respon suatu material terhadap cahaya
datang adalah memantulkan, menyerap, mentransmisikan, dan membiaskan.
Pembiasan adalah penurunan kecepatan cahaya akibat melewati
suatu material. Indeks refraksi (n) pada material didefiniskan dengan persamaan

C: kecepatan cahaya pada saat hampa
udara
V: kecepatan cahaya saat melewati
medium
(Besarnya n (derajat bias) akan
bergantung pada panjang gelombang cahaya)
€ : permittivity atau keelutan
µ : permeability partikel substansi
€r dan µr adalah konstanta dielektrik dan permeabilitas
magnetik
pada
material transparan ada hubungan antara
indeks refraktive dan konstanta
dielektrik. Sejak perlambatan kecepatan cahaya elektromagnetik pada medium berakibat dari polarisasi elektronik., ukuran
dari konstituen atom atau ion
berpengaruh besar terhadap efek ini. Pada umumya semakin besar atom atau
ion akan semakin besar polarisasi elektronnya, lambat kecepatannya dan
besar indeks refrakivnya.
Pemantulan adalah penghaburan cahaya akibat melewati
material yang memiliki endeks refraktif berbeda.
Penyerapan pada suatu material dibedakan menjadi dua karena
material nonlogam ada yang tidak tembus cahaya dan ada yang transparan pada
cahaya visible. Jika transparan maka matrial tersebut akan menampakkan warna.
Pada prinsipnya, cahaya yang diserap oleh kelompok material ini mempunyai 2
mekanisme dasar, yang juga berpengaruh terhadap karaktristik transmisi pada
material nonlogam ini. Mekaisne yang pertama yaitu polarisasi elektronik dan
mekanisme yang kedua yaitu terlibatnya pita valensi-pita konduksi saat transisi
elektron.
Absorbsi foton dari cahaya mungkin terjadi dengan cara
promosi atau eksitasi elektron dari dekat pita valensi, melewati pita gap
menuju kedalam ruang kosong pada pita konduksi. Seperti yang ditunjukkan pada
gambar

(a).
Mekanisme absorpsi foton pada material nonlogam yang mana elektron terksitasi
melewati pita gap dan meninggalkan lubang pada pita valensi.
(b).
Emisi foton dengan transisi elektron me;ewati pita gap
Hal ini menunjukkan bahwa semua cahaya visible diabsorbsi
oleh pita valensi kemudian ditransmisikan ke pita konduksi untuk material
semikonduktor yang mempunyapi pita gap yang berenergi kurang dari 1,8 eV pada
matrial yang tidak tembus pandang. Hanya sebagian dari spektrum visible yang
diserap oleh mateerial yang mepunyai pita gap dengan energi antara 1,8 dan 3,1
eV, konsekuensinya material ini memunculkan warna.
Interaksi
cahaya dengan padatan
Ketika cahaya diteruskan dari satu medium ke medium yang
lain (contoh udara ke substansi padatan) beberapa hal terjadi. Beberapa cahaya
akan ditransmisikan melalui medium, sebagian akan di absorpsi, dan sebagaian
lagi akan dipantulkan diantara dua media. Intensitas cahaya yang datang
merupakan jumlah dari intensitas cahaya yang ditransmisikan, intensitas cahaya
yang di absorbsi dan intensitas cahayayang dipantulkan. Sehingga dapat
dituliskan sebagai berikut
Intensitas radiasi diekspresikan dalam watt/m2,
yang disesuaikan dengan energi yang ditransmisikan per unit dari area yang
tegak lurus dari perambatan cahaya. Sehingga dapat diekspresikan pada persamaan
Dimana T: IT/I0
A: IA/ I0
R: IR/ I0
Material yang mampu rnentransmisikan cahaya dan sedikit
mengabsorpsi dan memantulkan merupakan material yang yang bersifat transparan, sehingga orang bisa melihat
melalui material yang bersifat transparan ini. Material yang bersifat translucent
merupakan material yang dapat
dilalui cahaya secara difusi, cahaya dihamburkan dalam interior. Bahan-bahan yang tahan
terhadap transmisi cahaya tampak yang
disebut buram. Material yang
tidak dapat mentrasmisikan cahaya visible disebut opaque. Sebagian besar matrial logam bersifat opaq (tidak tembus
cahaya).
Subscribe to:
Posts (Atom)